JAKARTA - Seduhan teh panas sejak lama diakui sebagai salah satu asupan minuman yang menyehatkan, terlebih apabila dihidangkan tanpa tambahan zat pemanis buatan.
Namun, bagaimana dengan ulasan versi dinginnya yang selalu sukses diandalkan dalam menyegarkan kerongkongan di tengah kepungan cuaca panas terik?
Apakah jenis minuman pelepas dahaga yang satu ini menawarkan limpahan khasiat yang setara, atau justru menunjukkan hasil yang sebaliknya?
Sebagai alternatif pilihan asupan hidrasi untuk memenuhi kecukupan cairan tubuh, racikan teh dingin tanpa tambahan pemanis adalah opsi yang tergolong sangat baik.
Sensasi suhu dinginnya terasa jauh lebih menggoda, khususnya ketika kondisi cuaca sedang panas menyengat atau pasca menuntaskan agenda olahraga berat.
Kondisi fisik semacam ini secara tidak sadar mampu memicu motivasi Anda agar menenggak lebih banyak pasokan cairan ke dalam tubuh.
"Es teh bisa menjadi minuman yang menyegarkan dan menghidrasi, terutama selama bulan-bulan yang lebih hangat," kata ahli gizi di JM Nutrition, Carlyne Remedios, RD, MSc, melansir Real Simple, Kamis (25/6/2026).
Di samping persoalan pemenuhan cairan, varian minuman dingin ini juga turut andil dalam menyuplai zat antioksidan bagi tubuh.
Adapun senyawa zat ini sangat diandalkan guna menekan paparan stres oksidatif, yang kerap dituduh sebagai pemicu utama bermacam penyakit kronis seperti kanker, diabetes tipe 2, dan problem jantung.
"Tergantung pada jenis tehnya, teh menyediakan senyawa tanaman yang bermanfaat seperti polifenol, yang memiliki sifat antioksidan," jelas ahli gizi dan pemilik layanan konseling nutrisi The Mindful Chow, Janice Chow, MS, RD.
Sajian seduhan teh yang diproses dengan temperatur tinggi juga menyuguhkan manfaat hidrasi yang tidak kalah mumpuni karena faktor suhu tidak memengaruhi proses penyerapan air.
Meski demikian, terdapat nilai plus tersendiri dari varian teh panas yang tidak bakal dijumpai pada racikan es teh biasa.
Hembusan uap panasnya dinilai sangat efektif untuk membantu meredakan indikasi gejala kurang enak badan pada saluran pernapasan.
"Jika kamu menderita pilek atau sakit tenggorokan, kehangatannya membantu mengencerkan lendir dan meredakan hidung tersumbat," jelas Chow.
Menyangkut persoalan kuantitas antioksidan, sajian versi panas terbukti mengantongi keunggulan yang sedikit lebih tinggi dibanding versi dingin.
Paparan suhu tinggi terbukti sanggup mengekstraksi senyawa tanaman sekelas flavonoid dan polifenol secara jauh lebih efektif ketimbang teknik penyeduhan berkapasitas suhu rendah.
Selain ampuh dalam menyehatkan organ raga, meminum secangkir teh hangat juga dipercaya mampu menghantarkan efek ketenangan batin.
"Banyak orang merasa minum teh panas menenangkan dan merilekskan, menjadikannya bagian yang menyenangkan dari rutinitas harian," ucap Chow.
"Teh panas juga dapat mendorong orang untuk melambat dan lebih sadar saat minum, yang dapat meningkatkan pengalaman secara keseluruhan," imbuh dia.
Walaupun seduhan teh panas sanggup mengikat lebih banyak kandungan senyawa baik, bukan berarti sajian es teh otomatis dikategorikan sebagai opsi yang buruk.
Kedua varian penyajian ini pada dasarnya sama-sama membawa dampak sehat bagi tubuh dengan catatan apabila diolah melalui mekanisme yang tepat.
Rentetan senyawa baik di dalamnya juga dipastikan tidak akan musnah andai air seduhan panas tersebut sengaja didinginkan.
"Perbedaan nutrisi antara teh panas dan es teh umumnya kecil ketika keduanya diseduh dari daun teh asli, tidak ada yang mengandung gula atau sirop tambahan dalam jumlah signifikan, dan varietas teh yang sebanding sedang dibandingkan," tutur Remedios.
Formulasi sehat ini pada akhirnya kembali bertumpu pada faktor kenyamanan serta preferensi personal masing-masing individu dalam meneguk teh harian.
Satu hal yang digarisbawahi secara tegas oleh Chow, jenis racikan teh yang paling menyehatkan adalah yang tersaji murni tanpa tambahan zat pemanis.
"Pertimbangkan preferensi pribadi, cuaca atau iklim, dan seberapa besar kemungkinan kamu meminumnya secara teratur. Beberapa orang lebih menyukai es teh untuk penyegaran, sementara yang lain menikmati kenyamanan minuman hangat," kata Chow.
"Pada akhirnya, pilihan terbaik adalah yang sesuai dengan gaya hidup kamu dan membantu kamu tetap terhidrasi secara konsisten," lanjut dia.
Satu-satunya poin krusial yang mutlak wajib untuk Anda waspadai adalah takaran penggunaan bahan pemanis buatan ke dalam cangkir.
Satu sendok makan bumbu gula setidaknya menyumbang pasokan hingga 15 gram karbohidrat serta kalori kosong yang miskin akan kandungan nutrisi.
"Asupan gula berlebih dapat berkontribusi pada lonjakan gula darah, penambahan berat badan, dan peningkatan risiko penyakit kronis, yang berpotensi menghilangkan beberapa manfaat teh," kata Remedios.
Guna memperkaya aspek cita rasanya secara alami tanpa merusak unsur manfaat, Anda bisa memadukannya memakai perasan jeruk lemon, potongan buah jeruk, jahe, kayu manis, maupun daun mint segar.