Indeks Saham Gabungan Ditutup Merosot 3 Koma 05 Persen ke Level 5.643

Indeks Saham Gabungan Ditutup Merosot 3 Koma 05 Persen ke Level 5.643
Ilustrasi Saham IHSG.

JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa sore berakhir di teritori negatif di kala para pelaku pasar menanti kehadiran katalis positif dari sektor domestik dan global.

Pergerakan indeks saham jatuh cukup dalam dengan koreksi sebesar 177,60 poin atau menyusut 3,05 persen menuju ke level posisi 5.643,19.

Kondisi serupa dialami oleh kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang ikut terpangkas sebanyak 19,90 poin atau melemah 3,47 persen ke level 553,11.

"Eksternal dan internal turut menopang pergerakan IHSG," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari lanskap dalam negeri, Nico memaparkan para pemodal cenderung mengambil sikap wait and see demi menantikan rilis rangkaian data makroekonomi teranyar.

Kondisi psikologis pasar modal domestik saat ini juga dilaporkan masih terbebani oleh sentimen evaluasi atau tinjauan indeks MSCI.

Di samping itu, stabilitas pasar ikut bergejolak imbas regulasi hukum baru yang memberikan proteksi kekebalan hukum total bagi korporasi pembeli obligasi Danantara.

Kebijakan eksekutif tersebut memicu kekhawatiran kolektif di kalangan investor seputar aspek tata kelola operasional serta transparansi lembaga di masa mendatang.

"Sentimen tersebut telah memberikan dampak negatif yang mendorong outflow arus dana investor asing," ujar Nico.

Beralih ke sektor mancanegara, para pelaku pasar kini tengah memantau agenda kelanjutan pembicaraan damai antara kubu Amerika Serikat (AS) dengan Iran di Doha, Qatar.

Fokus perhatian para pemodal global tertuju penuh pada komitmen nyata dari kedua belah pihak dalam meredakan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

"Sinyal yang beragam dari kedua belah pihak terus mengaburkan prospek, Teheran menegaskan bahwa mereka bermaksud untuk terus mengawasi lalu lintas melalui Selat Hormuz," ujar Liza.

Sebelum momentum ini, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan proses negosiasi dengan Teheran akan kembali digulirkan setelah kedua kubu bersepakat menyudahi aksi saling serang di Selat Hormuz.

Sementara itu dari China, indeks manufaktur dilaporkan sukses merangkak naik menuju posisi 50,3 dari pencapaian periode sebelumnya yang bertengger di level 50,0.

Pertumbuhan positif tersebut ditopang oleh tingginya volume permintaan ekspor komoditas teknologi tinggi yang mampu meredam dampak hambatan dagang akibat konflik Timur Tengah.

Pada lini kebijakan moneter, bank sentral China PBOC meluncurkan stimulus ekonomi berupa instrumen operasi reverse repo semalam ke pasar keuangan.

Langkah strategis ini menyuntikkan likuiditas sebesar 300 miliar Yuan demi memperkokoh ketahanan jangka pendek serta meningkatkan stabilitas pasar uang domestik.

Sejak bel pembukaan saham bergema, IHSG langsung terjerembab di zona merah dan terus tertahan di area negatif tersebut hingga akhir sesi pertama perdagangan.

Memasuki paruh kedua, pergerakan indeks saham gabungan terpantau belum mampu bangkit dan tetap terkunci di zona merah menjelang penutupan pasar.

Merujuk data Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor saham kompak melemah, di mana bidang barang baku mencatat kemerosotan paling parah mencapai 5,43 persen.

Pelemahan terdalam berikutnya diikuti oleh performa dari sektor energi yang terkikis 3,47 persen serta sektor barang konsumen non-primer sebesar 2,58 persen.

Adapun jajaran emiten yang membukukan lonjakan capital gain tertinggi sore ini dipimpin oleh saham PEGE, AYLS, BOBA, ESTA, dan saham ELPI.

Di sisi lain, barisan saham yang mengalami tekanan jual hingga mencetak koreksi harga terdalam ditempati oleh emiten SAME, MMIX, EPAC, PANS, serta TALF.

Aktivitas frekuensi perdagangan saham harian di lantai bursa dibukukan sebanyak 1.600.000 kali transaksi dengan volume komoditas mencapai 19,57 miliar lembar saham.

Nilai total transaksi perdagangan hari ini menyentuh Rp15,20 triliun, dengan rincian 141 saham menguat, 599 saham terkoreksi, dan 219 saham stagnan.

Dari lantai bursa regional Asia, indeks Nikkei melesat 1,11 persen ke 70.240,00, sementara indeks Hang Seng melemah 0,63 persen ke posisi 22.881,02.

Kondisi variatif ditunjukkan oleh indeks Shanghai yang menguat 0,50 persen ke 4.094,40, kontras dengan Strait Times yang turun 0,58 persen ke 5.178,42.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index