JAKARTA — Ada hal penting yang harus diperhatikan oleh orang tua sewaktu baru saja dikaruniai anak kedua dan seterusnya. Kehadiran anggota keluarga baru ini berisiko memantik rasa cemburu pada diri sang kakak, terlebih bila rentang usia keduanya terbilang cukup dekat dengan bayi yang baru lahir.
Kendati demikian, dalam banyak kasus kecemburuan dari sang kakak tidak melulu diperlihatkan secara terang-terangan, seperti bertindak kasar atau memusuhi sang adik. Terdapat juga tipe anak yang justru menunjukkan sikap menarik diri serta murung.
Orang tua wajib memahami bermacam indikator kecemburuan ini agar dapat memberikan respons yang tepat. Berikut adalah sejumlah tanda cemburu pada anak yang perlu diwaspadai oleh orang tua:
Perilaku regresif Rasa cemburu seorang kakak kepada adiknya tidak melulu ditunjukkan lewat tindakan agresif, melainkan dapat berupa perilaku regresif. Mengutip Living Textiles, fenomena ini jamak dijumpai pada anak usia balita yang jarak usianya tidak terpaut jauh dari sang adik.
Akibat merasa terancam oleh adanya "persaingan" dalam memperebutkan atensi orang tua, anak dapat kembali bertingkah layaknya bayi, misalnya berbicara dengan gaya bayi hingga mengalami tantrum.
Menunjukkan ketidakpedulian pada adik Sikap tidak peduli yang ditunjukkan oleh sang kakak juga bisa menjadi indikator adanya kecemburuan. Alih-alih ikut gembira menyambut kedatangan adik bayinya, ia justru merasa tersisih dari lingkungan keluarga.
Kondisi ini membuat anak lebih sering menyalahkan kehadiran bayi karena dianggap merebut kasih sayang orang tua, atau bahkan menganggapnya bukan bagian dari keluarga.
Menuntut perhatian Anda Akar utama dari kecemburuan anak terhadap kehadiran adik baru sebenarnya hanya satu, yakni berkurangnya porsi perhatian orang tua karena sibuk mengasuh bayi.
Kondisi inilah yang mendorong anak mencari bermacam strategi agar atensi tersebut kembali berpusat pada dirinya, mulai dari berbuat usil, memicu suara bising, hingga merusak barang.
Merebut mainan dari bayi Bukan cuma mencari perhatian orang tua, anak yang sedang cemburu juga kerap mengusik ketenangan adiknya. Salah satu tindakan yang sering dilakukan adalah dengan merebut mainan sang bayi.
"Bayi yang baru lahir mendapat mainan baru, pakaian, dan perhatian ekstra, sedangkan anak yang lebih besar diberikan tugas dan aturan. Mereka tidak mengerti mengapa hal-hal terasa tidak adil, yang dapat menyebabkan rasa kesal," kata Analis Perilaku Emily Groben, seperti dilansir laman Cradle Wise.
Sulit membuat pilihan sederhana Demi memancing atensi dari orang tua, anak yang tengah didera kecemburuan juga cenderung mendadak kesulitan dalam menentukan pilihan simpel, misalnya saat memilih camilan atau mainan.
Sikap ini sengaja dilakukan agar ayah atau ibu turun tangan langsung untuk mengurusnya. Menurut Groben, pola pikir di balik aksi ini adalah menganggap perhatian negatif masih jauh lebih berharga ketimbang tidak memperoleh perhatian sama sekali.
"Jika seorang anak merasa diabaikan, mereka mungkin mencari perhatian dengan cara yang tidak membantu," ucapnya.
Cara menghadapi anak yang cemburu pada adiknya Apabila Anda mendapati munculnya sederet indikator tersebut pada anak pertama atau anak yang lebih tua, Anda tidak perlu merasa panik. Terdapat metode simpel untuk membimbingnya melewati fase transisi menjadi seorang kakak.
Limpahan kasih sayang serta tingkat kesabaran Anda selaku orang tua sangat krusial dalam membangun hubungan yang harmonis di antara anak-anak ke depannya.
Merujuk ulasan dari laman Parents, berikut adalah beberapa strategi yang dapat diaplikasikan untuk mengatasi kecemburuan anak pada adik barunya:
Jangan mencoba "memperbaiki" emosi negatif anak. Sebaliknya, cobalah untuk memahami dan menerimanya.
Dorong anak untuk turut serta merawat bayi. Memberi tugas tersebut kepada anak bisa membuat mereka merasa terhubung dengan adik baru. Tugasnya pun sederhana, seperti mengambil popok atau memilihkan pakaian untuk adik.
Beri pujian setiap kali anak bersikap manis dan baik kepada adik bayi. Ia pun akan mengulangi tindakan tersebut.
Pahami bahwa menyesuaikan diri dengan bayi baru merupakan proses yang berkelanjutan. Jika Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan, konsultasilah dengan teman yang berpengalaman, dokter anak, atau psikolog.
Bantu anak melihat hal-hal baik tentang memiliki adik. Misalnya, mereka dapat mengajarkan berbagai hal kepada saudara kandung mereka, dan mereka akan selalu saling menyayangi.
Itulah beberapa indikator yang perlu dicermati pada anak yang mengalami kecemburuan terhadap kehadiran adik bayi serta strategi untuk mengatasinya. Orang tua harus tanggap mengenali tanda tersebut sejak dini agar keharmonisan antara kakak dan adik tetap terjaga.