Industri Asuransi Umum Tumbuh Positif, Premi Capai Rp134 Triliun

Senin, 12 Januari 2026 | 11:49:16 WIB
Industri Asuransi Umum Tumbuh Positif, Premi Capai Rp134 Triliun

JAKARTA – Industri asuransi umum dan reasuransi di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif hingga akhir November 2025. Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi sektor ini mencapai Rp134 triliun, tumbuh 1,88% secara tahunan (year on year/YoY).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini melanjutkan tren positif yang tercatat pada Oktober 2025, ketika pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp123,92 triliun atau naik 2,33% YoY. “Kinerja positif ini menunjukkan bahwa industri asuransi umum masih mampu bertahan dan berkembang meski menghadapi tantangan ekonomi,” ujar Ogi.

Dari sisi permodalan, Ogi menegaskan kondisi industri tetap sangat sehat. Risk-Based Capital (RBC) asuransi umum dan reasuransi secara agregat tercatat sebesar 342,88% per November 2025, jauh di atas ambang batas minimum 120%. “Ini menunjukkan ketahanan modal industri cukup kuat untuk menghadapi risiko dan klaim di masa mendatang,” tambahnya.

Jika digabungkan dengan kinerja asuransi jiwa, total pendapatan premi asuransi komersial secara keseluruhan tercatat mencapai Rp297,88 triliun, meski pertumbuhannya lebih moderat, yaitu 0,41% YoY. Sementara itu, total aset industri asuransi mencapai Rp1.194,06 triliun per November 2025, mengalami kenaikan 5,96% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Ogi menekankan, pertumbuhan premi asuransi umum tidak hanya menunjukkan ketahanan industri tetapi juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan perlindungan risiko. Faktor ini didukung oleh upaya edukasi OJK dan inovasi produk asuransi yang lebih beragam dan mudah diakses oleh masyarakat.

Meskipun pertumbuhan premi sektor asuransi jiwa masih melambat, kinerja asuransi umum menahan industri tetap stabil. Pertumbuhan premi yang positif, didukung kesehatan modal yang tinggi, menjadi sinyal bahwa industri mampu menavigasi tantangan ekonomi global maupun domestik, termasuk potensi risiko klaim yang meningkat.

Dengan kondisi aset yang terus bertumbuh, industri asuransi Indonesia dipandang semakin siap menghadapi permintaan proteksi risiko di tahun-tahun mendatang. Pertumbuhan ini juga menunjukkan kontribusi sektor asuransi dalam memperkuat stabilitas keuangan nasional.

Selain itu, angka RBC yang tinggi memastikan perusahaan asuransi memiliki cadangan yang cukup untuk membayar klaim dan menghadapi fluktuasi pasar, meningkatkan kepercayaan investor dan nasabah. OJK menilai, ketahanan modal ini menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan industri.

Kinerja positif ini sekaligus menunjukkan peluang bagi perusahaan asuransi untuk memperluas pangsa pasar, mengembangkan produk baru, dan meningkatkan literasi perlindungan risiko bagi masyarakat. Dengan terus tumbuhnya industri, diharapkan penetrasi asuransi di Indonesia bisa semakin meningkat, mendukung ketahanan finansial rumah tangga, dan memperkuat ekosistem ekonomi secara keseluruhan.

Terkini