Kemenperin Targetkan Penjualan Mobil Nasional 2026 Capai 850 Ribu Unit

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:15:10 WIB
Kemenperin Targetkan Penjualan Mobil Nasional 2026 Capai 850 Ribu Unit

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa Kementerian Perindustrian menargetkan penjualan mobil nasional pada tahun 2026 mencapai 850 ribu unit. 

Angka ini dipandang sebagai proyeksi realistis dan diharapkan dapat tercapai meskipun dalam kondisi pasar otomotif yang masih cukup dinamis. 

Target tersebut diumumkan Agus saat membuka ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Jakarta, 5 Februari 2026.

Menurut Agus, meskipun proyeksi angka 850 ribu unit tergolong konservatif, hal ini menunjukkan adanya upaya untuk mengembalikan pasar otomotif Indonesia ke jalur pertumbuhan yang positif. Target ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan hasil penjualan mobil pada tahun 2025 yang tercatat hanya sebesar 830 ribu unit. 

“Walaupun meningkat sekitar 5,4% dibandingkan tahun sebelumnya, target ini masih belum cukup kuat jika dibandingkan dengan penjualan sebelum pandemi,” ujar Agus.

Peningkatan Penjualan Mobil Diproyeksikan Tumbuh Positif

Penurunan tajam yang terjadi di industri otomotif Indonesia sejak pandemi COVID-19 menjadi salah satu alasan mengapa target penjualan 850 ribu unit dianggap sebagai langkah yang sangat hati-hati. Sebelum pandemi, penjualan mobil di Indonesia sempat mencatatkan angka lebih dari satu juta unit per tahun. 

Namun, setelah kondisi tersebut, penjualan turun drastis dan hanya berhasil mencatatkan sekitar 803.687 unit pada 2025. Penurunan ini mencatatkan angka penurunan tahunan (year-on-year) hingga 7,2%.

Meski demikian, angka penjualan di Desember 2025 menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan. Penjualan mobil pada bulan tersebut tercatat sebesar 94.100 unit, sebuah kenaikan signifikan sebesar 25,7% dibandingkan dengan Desember 2024 yang tercatat hanya 74.853 unit. Bahkan, secara retail sales, penjualan di Desember 2025 tercatat naik sekitar 22,7% dibandingkan bulan yang sama di tahun 2024.

Agus menyampaikan optimisme bahwa angka penjualan yang lebih tinggi pada akhir tahun 2025 ini bisa menjadi batu loncatan untuk mencapai target 850 ribu unit pada tahun 2026. 

Ia menekankan bahwa meskipun kondisi pasar otomotif Indonesia masih menghadapi tantangan, optimisme ini berlandaskan pada proyeksi pemulihan ekonomi yang terus berlangsung, serta adanya penurunan harga bahan baku dan komponen mobil yang dapat berdampak pada harga jual kendaraan yang lebih terjangkau.

Industri Otomotif Perlu Didorong untuk Tumbuh Lebih Cepat

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Perindustrian menyadari bahwa berbagai langkah strategis perlu dilakukan, baik dalam aspek kebijakan, dukungan terhadap sektor manufaktur, maupun pemulihan daya beli masyarakat. 

Agus menambahkan bahwa untuk memperkuat penjualan otomotif di Indonesia, Kemenperin akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan insentif yang dapat merangsang permintaan, seperti skema pembiayaan yang lebih mudah, penguatan pasar domestik, dan pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Pemerintah juga berencana untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik (EV) yang semakin populer di pasar global. Dengan meningkatkan infrastruktur dan insentif bagi pembelian kendaraan listrik, Indonesia dapat memanfaatkan tren global ini dan mempercepat adopsi teknologi kendaraan ramah lingkungan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi sektor otomotif dalam jangka panjang.

Namun, Agus juga menegaskan pentingnya melihat keberlanjutan jangka panjang dalam memajukan industri otomotif. "Kita harus mencari cara untuk mengembalikan tingkat penjualan seperti sebelum pandemi, namun dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan," ujarnya.

Tantangan dan Peluang di Tahun 2026 untuk Pasar Otomotif

Pencapaian penjualan mobil nasional yang semakin dekat dengan target 850 ribu unit diharapkan menjadi langkah awal menuju pemulihan penuh pasar otomotif Indonesia. 

Meski masih ada tantangan besar, termasuk ketidakpastian ekonomi global dan domestik, serta fluktuasi harga bahan baku dan komponen, Agus berharap industri otomotif dapat tumbuh lebih cepat dengan berbagai kebijakan yang sudah dipersiapkan.

Salah satu peluang besar yang dapat dimanfaatkan adalah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah pada kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar. 

Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, seiring dengan meningkatnya permintaan mobil listrik secara global. Hal ini memberikan kesempatan bagi produsen mobil Indonesia untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Agus menyatakan, "Kami akan terus berusaha mendongkrak angka penjualan otomotif, tidak hanya dengan meningkatkan produksi domestik, tetapi juga dengan memberikan insentif yang menarik bagi konsumen dan industri otomotif."

 Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat mempercepat pemulihan pasar mobil nasional, bahkan melampaui angka yang diproyeksikan pada tahun 2026.

Mendorong Pertumbuhan Industri Otomotif 2026

Dengan target yang ditetapkan sebesar 850 ribu unit penjualan mobil pada 2026, Kementerian Perindustrian berharap bisa mendorong pemulihan industri otomotif Indonesia. 

Meski proyeksi ini masih dianggap konservatif, angka tersebut tetap lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan di 2025 yang tercatat turun secara signifikan. 

Seiring dengan penguatan sektor manufaktur, dukungan terhadap kebijakan kendaraan ramah lingkungan, serta pemulihan ekonomi domestik, diharapkan target penjualan tersebut dapat tercapai, bahkan melebihi ekspektasi.

Terkini