Venus "Hilang" di Balik Bulan, Warren Tolak Draft Crypto

Rabu, 16 September 2026 | 05:57:00 WIB

BERITASELA.ID — Dua peristiwa berbeda ramai dibicarakan di media sosial dalam waktu berdekatan. Di Indonesia, Venus sempat menghilang dari pandangan karena tertutup piringan Bulan pada Senin (14/9) malam. Di Amerika Serikat, Senator Elizabeth Warren mendorong penolakan draft terbaru CLARITY Act.

Fenomena okultasi Venus teramati dari rooftop Gedung Kuliah Umum 2 Institut Teknologi Sumatera oleh Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL). Pengamatan berlangsung bersama jejaring observatorium di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Observatorium Bosscha di Bandung.

Kepala Pusat OAIL Annisa Novia Indra Putri menyebut proses okultasi teramati sekitar pukul 19.56 hingga 19.57 WIB. Okultasi terjadi ketika Bulan berada tepat di depan Venus dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Piringan Bulan menutupi Venus sehingga planet itu seolah menghilang untuk sementara. Venus sendiri tetap berada di posisinya, hanya cahayanya yang terhalang.

Bagaimana Okultasi Venus Bisa Terjadi

Okultasi adalah peristiwa ketika satu benda langit melintas di depan benda langit lain dari perspektif pengamat di Bumi. Dalam kasus ini, Bulan yang berada jauh lebih dekat ke Bumi melintas tepat di depan Venus.

Akibatnya, cahaya Venus terhalang piringan Bulan selama beberapa saat. Peristiwa ini hanya bisa diamati dari wilayah tertentu yang masuk jalur okultasi.

Bagi pengamat di Indonesia, momen ini menjadi kesempatan mengamati perubahan posisi relatif benda langit. Netizen yang sempat merekam fenomena tersebut ramai mengunggahnya ke media sosial.

Warren Dorong Penolakan CLARITY Act

Dari Amerika Serikat, Senator Demokrat Elizabeth Warren mendorong rekan-rekannya menolak draft terbaru CLARITY Act. Ia menilai ketentuan etika dalam draft tersebut belum cukup kuat mencegah potensi konflik kepentingan pejabat.

Unggahan soal sikap Warren viral karena ia dianggap berupaya menggagalkan RUU yang dirancang memperjelas aturan pasar aset digital di AS. Pihak Republik menyebut telah memasukkan lebih dari 100 perubahan, termasuk ketentuan divestasi aset dan blind trust.

Negosiasi masih berlangsung dan Demokrat diperkirakan menyiapkan proposal tandingan. Tahapan prosedural atau cloture membutuhkan 60 suara, sehingga dukungan lintas partai tetap diperlukan agar pembahasan RUU bergerak lebih jauh.

Dua Topik yang Tidak Saling Berkaitan

Fenomena Bulan dan perkembangan CLARITY Act tidak memiliki hubungan satu sama lain. Keduanya disandingkan semata karena ramai dibicarakan dalam waktu berdekatan.

Di Indonesia, okultasi Venus menjadi tontonan langit yang terekam kamera warga. Di AS, perhatian pasar crypto tertuju pada apakah perbedaan sikap politik soal CLARITY Act bisa diselesaikan untuk melewati ambang 60 suara.

Nasib RUU tersebut bergantung pada kelanjutan negosiasi di Senat dan kemampuan para legislator memperoleh dukungan yang dibutuhkan. Sementara Venus sudah kembali terlihat seperti biasa setelah piringan Bulan bergeser dari garis pandang.

Terkini