Saham BYAN Melonjak 19,96% ke Rp13.825 Usai Rencana Akuisisi Haji Isam

Jumat, 18 September 2026 | 09:44:00 WIB

BERITASELA.ID — Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melesat 19,96% ke level Rp13.825 per saham setelah muncul rencana pengalihan sekitar 10 miliar saham kepada PT Jhonlin Baratama. Perusahaan milik Haji Isam itu disebut akan menguasai sekitar 30% saham BYAN, meski transaksinya belum rampung karena masih bersyarat.

PT Bayan Resources Tbk mencatatkan lonjakan harga saham signifikan pada awal perdagangan. Harga saham emiten batu bara itu menembus Rp13.825 per saham, naik 19,96% dari posisi sebelumnya.

Pemicunya adalah rencana pengalihan sekitar 10 miliar saham milik pendiri sekaligus pengendali BYAN, Low Tuck Kwong, bersama putrinya, Elaine Low. Saham tersebut akan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama, bagian dari Jhonlin Group milik Haji Isam.

Saham Grup Haji Isam Ikut Menguat

Penguatan tidak hanya terjadi pada BYAN. Sejumlah saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha Haji Isam juga bergerak naik pada awal perdagangan.

PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menanjak 16,39% ke Rp2.380 per saham. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menguat 9,7% ke level Rp11.025 per saham, sedangkan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 4,06% menjadi Rp4.360 per saham.

Isi Perjanjian Jual Beli Saham

Berdasarkan keterbukaan informasi, Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah meneken Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.

Perjanjian itu mencakup pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN, setara sekitar 30% dari total saham beredar perseroan. Penyelesaian transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan yang disepakati para pihak.

Artinya, pengalihan saham tersebut belum bisa dianggap tuntas. Manajemen Bayan juga menyatakan transaksi tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Simulasi Harga dari Rumor US$3 Miliar

Sebelumnya beredar rumor bahwa Haji Isam menawarkan US$3 miliar untuk mengambil alih sekitar 62% saham BYAN. Dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS, nilai itu setara Rp53,1 triliun.

Jika dana sebesar itu dipakai mengakuisisi 30% saham BYAN, harga per saham berada di kisaran Rp5.300. Angka tersebut masih sebatas simulasi dari rumor penawaran US$3 miliar untuk 62% saham, karena harga transaksi sebenarnya belum diumumkan dalam keterbukaan informasi terbaru.

Sebagai pembanding, harga saham BYAN pada penutupan perdagangan Kamis (17/9/2026) berada di level Rp11.525 per saham. Harga pasar BYAN saat ini jauh di atas harga indikatif yang dihitung dari rumor tersebut.

Pergerakan saham BYAN dan emiten grup Jhonlin menunjukkan pasar merespons positif rencana masuknya Haji Isam. Meski begitu, status transaksi yang masih bersyarat membuat kepastian akuisisi belum final.

Terkini