Harga Perak Antam Naik Rp 1.500 Jadi Rp 43.400 per Gram

Jumat, 18 September 2026 | 11:06:00 WIB

BERITASELA.ID — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menaikkan harga perak menjadi Rp 43.400 per gram pada Jumat (18/9/2026), naik Rp 1.500 dari perdagangan sebelumnya Rp 41.900. Kenaikan ini sejalan dengan penguatan harga perak dunia yang bertahan di atas US$ 65 per ons.

Pergerakan harga perak Antam mengikuti tren harga emas Antam dan perak dunia. Mengutip laman logammulia.com, Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram, serta perak butiran murni 99,95%.

Rincian Harga Perak Antam

Untuk perak batangan 250 gram, Antam mematok harga Rp 11.375.000. Sementara perak batangan 500 gram dijual Rp 21.825.000.

Harga perak dunia di tradingeconomics.com tercatat naik 1,38% menjadi US$ 66,08 per ons. Perak bertahan di atas level US$ 65 setelah menguat lebih dari 3% pada sesi sebelumnya.

Penguatan perak ditopang penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) juga turun dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Imbal Hasil Obligasi AS dan Sinyal The Fed

Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun AS turun ke kisaran 4,93% setelah sempat melampaui 5% pada awal pekan. Investor mencermati prospek kebijakan moneter Federal Reserve menyusul kenaikan suku bunga pertama dalam tiga tahun terakhir.

Bank sentral AS mengisyaratkan perlunya pengetatan kebijakan lebih lanjut untuk meredam tekanan inflasi. Pasar memperkirakan peluang sekitar 53% untuk langkah kebijakan tersebut pada Oktober.

Harga Emas Dunia Ikut Menguat

Harga emas dunia menguat lebih dari 2% pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Harga emas spot naik 2,4% menjadi US$ 4.364,29 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,4% menjadi US$ 4.404,80.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, menyebut ada korelasi terbalik yang erat antara harga energi dan logam mulia. "Harga energi turun cukup tajam hari ini. Jadi, penurunan harga energi inilah yang mengurangi sebagian tekanan pada pasar emas," ujarnya.

Pelemahan dolar AS dari level tertinggi tujuh minggu turut membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun yang menjadi acuan juga turun.

Prospek ke Depan

The Fed menaikkan suku bunga pada Rabu dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Ketua Kevin Warsh turut serta dalam keputusan bulat yang secara efektif mengakui ketidakmampuan pemerintahan Trump sejauh ini mengendalikan inflasi.

Para pedagang memperkirakan peluang 51% untuk kenaikan suku bunga AS berikutnya pada pertemuan Oktober, naik dari hampir 44% sehari sebelumnya, menurut data CME FedWatch. Lingkungan suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

UBS dalam sebuah catatan menyebut meningkatnya defisit fiskal, beban utang yang lebih tinggi, dan pelemahan dolar AS di masa mendatang dapat mendukung harga emas. "Perkiraan kami bahwa The Fed akan kembali melonggarkan kebijakan tahun depan seharusnya dapat mendukung harga emas, terlepas dari volatilitas jangka pendek," demikian pernyataan UBS.

Bank of England mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Kamis. Bank of Japan diperkirakan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun pada Jumat serta mengisyaratkan kesiapannya terus meningkatkan biaya pinjaman.

Kenaikan harga perak Antam kali ini menempatkan logam mulia tersebut di level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Bagi investor ritel, pergerakan harga perak tetap erat terkait dengan dinamika suku bunga global dan nilai tukar dolar AS.

Terkini