BERITASELA.ID — ESPN memberi Senator Ted Cruz (R-Texas) panggung panjang di College GameDay untuk mendorong pengesahan Protect College Sports Act. Keputusan itu menuai kritik sepanjang pekan dan membayangi episode College GameDay di Oxford, Mississippi.
Analis College GameDay, Kirk Herbstreit, angkat bicara soal keputusan ESPN mewawancarai Senator Ted Cruz (R-Texas). Ia menyampaikan komentarnya kepada wartawan pada Jumat, sehari sebelum episode di Oxford, Mississippi.
Herbstreit mengaku terkejut melihat Cruz diboo cukup lama oleh penonton. Menurutnya, Cruz tetap melanjutkan bicara meski sorakan negatif tak berhenti.
- Baca Juga RSUD Selong Lotim Perkuat Layanan Kanker
Alasan Herbstreit Sebut Dirinya Tak Ikut Politik
Herbstreit menegaskan dirinya bukan orang yang mengikuti politik. Ia menyebut dirinya "independent guy, right down the middle of the fairway" dan mengaku tidak tahu pandangan politik Cruz.
"I care about football, my family, and my faith, and my country," ujar Herbstreit, dikutip dari Mississippi Today.
Ia menjelaskan ESPN menghadirkan Cruz karena senator itu akan ikut voting pekan ini. Harapannya, Cruz bisa memberi gambaran soal situasi yang sedang bergulir.
Dukungan ke Nick Saban Jadi Sorotan
Herbstreit menyebut Nick Saban, yang duduk di sebelahnya, terlibat besar dalam penyusunan undang-undang tersebut. Ia mengaku mengikuti arahan Saban karena menilai Saban sangat mencintai sepak bola kampus.
"If he's happy about what this could do, then I follow his lead," kata Herbstreit.
Pernyataan itu menuai kritik. Herbstreit dinilai tidak konsisten karena mengaku netral, tapi mendukung upaya yang disebut ingin "meredam kekacauan" di sepak bola kampus.
Kritik: Netral tapi Dukung Pembatasan Hak Pemain
Istilah "chaos" yang dipakai Herbstreit dianggap soal sudut pandang. Dari sisi pemain, situasinya bukan kacau karena mereka punya hak dan kekuatan nyata.
Dari sisi pihak yang tidak suka kehilangan kendali, keadaan itu memang terasa kacau. Sebab, "the rabbit has the gun" — pemain kini punya posisi tawar.
Kritik menyebut Protect College Sports Act justru membatasi bayaran dan mobilitas pemain. Undang-undang itu disebut sebagai upaya mengembalikan sistem yang dulu menahan pemain mendapat bayaran.
Herbstreit dinilai ikut dalam upaya itu sambil berpura-pura netral. Posisinya sebagai analis senior membuat kritik kepadanya semakin keras.