BERITASELA.ID — Tim Disaster Victim Identification Polda Kalimantan Selatan meminta keluarga korban KM Virgo Transport 8 yang belum menyerahkan data segera melapor ke posko antemortem. Lebih dari 100 data antemortem telah diterima dari keluarga, dikumpulkan di Pelabuhan Trisakti dan sejumlah rumah sakit. Imbauan ini menyusul tuntasnya identifikasi sembilan korban meninggal dunia, sementara 126 orang masih dalam pencarian.
Anggota Tim DVI Polda Kalsel, dokter Supriadi, menyatakan data antemortem dari keluarga sangat menentukan kelancaran proses identifikasi korban hilang. Ia menyampaikan hal itu di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Sabtu malam.
"Keluarga korban yang belum memberikan informasi terkait keluarga atau korban yang hilang, termasuk jika ada korban temuan baru, bisa segera menyampaikan data-data di Posko Ante Mortem kami di Pelabuhan Trisakti dan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin," kata Supriadi.
Seluruh Korban Meninggal Berhasil Teridentifikasi
Pada Sabtu (19/9), tim DVI mengidentifikasi tiga korban meninggal dunia. Sebelumnya, enam korban telah lebih dulu teridentifikasi.
Dengan tambahan itu, seluruh korban meninggal yang ditemukan tim SAR gabungan telah berhasil diidentifikasi. Data antemortem dari keluarga menjadi kunci pencocokan identitas tersebut.
117 Korban Ditemukan, 126 Masih Dicari
Hingga hari ketujuh operasi SAR, Sabtu malam pukul 21.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi total 117 korban ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia.
Dari 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8, masih ada 126 orang yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan melanjutkan penyisiran di perairan Laut Jawa.
Kronologi Tenggelamnya Kapal
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 12 September 2026. Kapal mengangkut 243 orang dalam pelayaran itu.
Kapal dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Keluarga korban yang belum menyerahkan data diminta memanfaatkan posko antemortem yang masih dibuka. Data yang lengkap mempercepat pencocokan identitas begitu korban baru ditemukan.