Pameran MTQ Nasional XXXI di Semarang Catat Transaksi UMKM Rp2,4 Miliar

Minggu, 20 September 2026 | 10:15:00 WIB
Pameran MTQ Nasional XXXI di Semarang Catat Transaksi UMKM Rp2,4 Miliar

BERITASELA.ID — Pameran UMKM dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI di Semarang mencatat transaksi retail dan order senilai Rp2,4 miliar selama delapan hari penyelenggaraan, 12-19 September 2026. Selain itu, sejumlah pelaku usaha membuka kontrak bisnis dengan total nilai mencapai Rp7,54 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah July Emmylia menyampaikan, total transaksi itu terdiri atas transaksi retail senilai Rp2.385.574.640 dan transaksi order Rp23.651.000.

Pameran digelar di kawasan parkir eks Plaza Semarang, Simpang Lima, Kota Semarang. Sebanyak 150 tenant UMKM terlibat dengan 150 stan yang mencakup 24 stan provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 20 stan kuliner, 10 stan mitra, 12 stan kementerian, dan 14 stan mandiri.

Kontrak Bisnis yang Lahir dari Pameran

PT Yuasa Food Berkah Makmur menjalin kerja sama dengan Politeknik Kementerian Kesehatan Tasikmalaya untuk penyediaan makanan penanggulangan stunting dan emergency food bagi kebutuhan penanganan bencana alam. Nilai kontraknya mencapai Rp5 miliar dengan masa kerja dua tahun.

Abel Etnic Solo bekerja sama dengan Friny Collection dari Riau untuk penyediaan aksesori tembaga dan batu senilai Rp300 juta dengan kontrak lima tahun. CV Hury Accessories Kebumen menggandeng CV Naturaline Boyolali untuk penjualan bundling produk senilai Rp500 juta, juga dengan masa kontrak lima tahun.

Tifani Batik Pekalongan mencatat sejumlah kerja sama, antara lain penyediaan biji jintri senilai Rp300 juta serta penyediaan parfum dan aromaterapi senilai Rp360 juta. Segar Asem Semarang menjalin kerja sama penyediaan minuman tradisional dengan Oleh-oleh Kampung Joglo Malioboro Yogyakarta senilai Rp30 juta dan dengan Oleh-oleh 52 Grup Semarang senilai Rp1,05 miliar.

Buyer Brasil hingga Nigeria Melirik Produk Jateng

Pameran juga membuka peluang pasar internasional. Seorang buyer dari Brasil menyatakan minat terhadap tikar pandan sebanyak 6.460 lembar dengan potensi nilai kontrak sekitar Rp4,56 miliar.

Selain Brasil, ketertarikan juga datang dari buyer asal Nigeria, India, dan Amerika Serikat. Selama delapan hari, pameran dikunjungi sekitar 80.000 orang, dengan antusiasme pengunjung yang masih terlihat hingga malam terakhir.

July mengatakan pelaku usaha didorong tidak hanya berjualan, tetapi juga membangun jejaring, bertukar kontak bisnis, mengumpulkan database pelanggan, membuat konten, hingga mengoptimalkan media sosial.

"Pameran ini harapannya menjadi syiar ekonomi umat," kata Emmy saat menyampaikan laporan pada Closing Ceremony Pameran MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (19/9).

Pemerintah Daerah Ingin Jejaring Berlanjut

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan capaian transaksi dan kerja sama tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi UMKM untuk memperluas pasar. Ia mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam acara penutupan.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya, sehingga side event dari MTQ berupa pameran ini berjalan dengan lancar," katanya.

Menurut Sumarno, tantangan terbesar yang perlu dijawab bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memperluas pemasaran. Pemerintah disebut memiliki peran memfasilitasi pelaku UMKM agar terus berkembang.

"Pameran ini adalah salah satu cara untuk kita bisa membantu saudara-saudara kita untuk memasarkan produk-produknya," ujarnya.

Sumarno mengingatkan pameran merupakan bagian dari rangkaian MTQ Nasional. Di balik geliat ekonomi yang muncul, ia berharap penyelenggaraan MTQ membawa masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur'an.

Terkini