Harga Cabai Rawit

Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik Drastis Hari Ini

Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik Drastis Hari Ini
Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik Drastis Hari Ini

JAKARTA - Harga pangan strategis di Indonesia terus mengalami fluktuasi, dengan beberapa komoditas yang mengalami lonjakan signifikan. Salah satu yang mencolok adalah harga cabai rawit merah yang tercatat pada angka Rp82.300 per kilogram pada Kamis pagi, 5 Maret 2026. 

Menurut data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, harga cabai rawit merah kini mendekati angka yang sangat tinggi, berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan yang biasa memicu peningkatan konsumsi berbagai bahan pangan.

Selain cabai rawit, harga bawang merah juga mencatatkan kenaikan, dengan harga mencapai Rp43.450 per kilogram. Kenaikan harga kedua komoditas ini tentu memengaruhi para konsumen yang bergantung pada keduanya untuk kebutuhan masakan sehari-hari. 

Bawang merah dan cabai rawit memang menjadi bahan pokok yang sulit dipisahkan dalam banyak menu masakan khas Indonesia, sehingga lonjakan harga ini turut menjadi perhatian masyarakat.

Harga Komoditas Pangan Lainnya yang Ikut Mengalami Kenaikan

Tidak hanya cabai rawit merah dan bawang merah yang mengalami lonjakan harga, sejumlah komoditas pangan lainnya juga tercatat naik. Berdasarkan data PIHPS yang diperoleh dari pedagang eceran di seluruh Indonesia, harga bawang putih tercatat Rp39.350 per kilogram. Sementara itu, harga beras berbagai kualitas juga menunjukkan kenaikan harga yang bervariasi.

Untuk beras kualitas rendah, harga beras kualitas bawah I berada di angka Rp14.300 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II sedikit lebih tinggi, yaitu Rp14.500 per kilogram. 

Beras kualitas medium I tercatat seharga Rp15.600 per kilogram, sementara harga beras kualitas medium II sedikit lebih mahal, yaitu Rp15.650 per kilogram. Untuk beras kualitas super I dan super II, harganya masing-masing mencapai Rp16.700 dan Rp16.450 per kilogram.

Dengan demikian, berbagai jenis beras yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia juga mengalami kenaikan harga, yang tentunya akan mempengaruhi pengeluaran rumah tangga. 

Kenaikan harga pangan ini menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan masyarakat, terutama di bulan-bulan menjelang perayaan besar seperti Ramadan dan Idulfitri.

Fluktuasi Harga Cabai dan Komoditas Pangan Lainnya

Selain cabai rawit merah dan bawang merah, komoditas cabai lainnya juga tercatat mengalami harga yang cukup tinggi. Cabai merah besar dihargai Rp38.800 per kilogram, sementara cabai merah keriting dihargai Rp40.300 per kilogram. 

Bahkan cabai rawit hijau tercatat di angka Rp48.600 per kilogram. Lonjakan harga ini mengindikasikan bahwa pasokan cabai masih terganggu, yang menyebabkan harga jualnya melonjak di tingkat eceran.

Sementara itu, komoditas daging ayam dan daging sapi turut mengalami pergerakan harga. Daging ayam ras dihargai Rp40.350 per kilogram, sementara harga daging sapi kualitas I tercatat Rp144.000 per kilogram dan daging sapi kualitas II seharga Rp137.800 per kilogram. 

Harga daging sapi ini menjadi perhatian utama bagi keluarga yang mempersiapkan menu spesial untuk perayaan Idulfitri, di mana konsumsi daging sapi sering meningkat pada momen tersebut.

Komoditas Lainnya: Gula Pasir dan Minyak Goreng

Di samping kebutuhan utama seperti cabai dan bawang, harga beberapa komoditas lainnya juga turut menunjukkan pergerakan yang signifikan. Gula pasir kualitas premium tercatat dihargai Rp19.850 per kilogram, sementara gula pasir lokal sedikit lebih murah, yakni Rp18.550 per kilogram.

 Kenaikan harga gula ini patut dicermati, mengingat gula pasir adalah bahan pokok yang digunakan hampir di setiap rumah tangga untuk keperluan sehari-hari, termasuk dalam pembuatan kue Lebaran.

Minyak goreng juga mencatatkan harga yang cukup tinggi pada pagi hari Kamis ini. Minyak goreng curah dihargai Rp19.050 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp22.550 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II dipatok di harga Rp22.100 per liter. 

Dengan harga yang cenderung tinggi ini, masyarakat harus lebih selektif dalam memilih produk minyak goreng sesuai dengan anggaran rumah tangga mereka.

Selain itu, harga telur ayam ras tercatat Rp32.600 per kilogram. Kenaikan harga telur ayam ras ini juga mempengaruhi menu makan masyarakat Indonesia, mengingat telur adalah bahan pangan yang sering digunakan untuk berbagai hidangan sehari-hari.

Pentingnya Memperhatikan Fluktuasi Harga Pangan

Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan ini menunjukkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan yang terus berubah. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia sangat bergantung pada kestabilan harga pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. 

Oleh karena itu, fluktuasi harga yang terjadi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi konsumen yang harus menyesuaikan anggaran mereka.

Pemerintah dan pihak terkait perlu terus memantau dinamika pasar untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih besar, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Masyarakat pun disarankan untuk lebih cermat dalam mengatur pengeluaran, guna menghindari dampak dari lonjakan harga yang terjadi pada komoditas tertentu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index