JAKARTA -- Penyerang andalan tim nasional Brasil, Neymar Jr, secara terbuka mengakui dirinya sempat meneteskan air mata haru. Momen emosional itu terjadi pasca-dirinya menuntaskan pertandingan perdana dalam gelaran Piala Dunia 2026.
Laga emosional tersebut ditandai dengan kesuksesan skuad Selecao menumbangkan perlawanan Skotlandia lewat keunggulan telak 3-0. Partai pamungkas Grup C ini diselenggarakan di Miami Stadium, Amerika Serikat.
Neymar yang memulai laga dari bangku cadangan baru menginjakkan kaki di rumput hijau pada menit ke-76 jalannya laga. Dirinya memandang momen comeback mengenakan jersi timnas ini setelah absen tiga tahun sebagai memori paling istimewa.
"Saya merasa sangat lega hari ini. Setelah pertandingan saya sedikit emosional dan menangis sendirian karena rasanya sangat menyenangkan bisa mengalami semua ini sekali lagi," kata Neymar dalam laman FIFA.
Bintang sepak bola berusia 34 tahun tersebut membeberkan bahwa rute perjuangan untuk menembus skuad utama tim nasional tidaklah mudah. Dirinya diwajibkan melewati aneka rintangan berat sebelum bisa berdiri di panggung akbar.
"Hampir tiga tahun saya jauh dari Brasil. Saya sangat senang mendapatkan kesempatan ini hari ini. Saya berjuang keras untuk berada di sini dan menjalani semua momen ini. Saya sangat emosional dan bahagia bisa kembali," ujar Neymar.
Pemain bernomor punggung ikonik ini juga mengaku sangat merindukan kehangatan atmosfer di dalam internal tim nasional. Dirinya sudah sejak lama memendam hasrat besar untuk bisa kembali memberikan kontribusi bagi Selecao.
"Tidak diragukan lagi, ini adalah salah satu hari paling spesial dalam karier saya. Setiap anak laki-laki bermimpi bermain untuk tim nasional Brasil dan saya kembali mendapatkan kesempatan itu. Saya sudah sangat lama absen, saya merindukan semua ini dan sangat ingin kembali," katanya.
Lewat hasil positif pada pertandingan tersebut, Brasil sukses menyegel tiket kelolosan menuju fase gugur babak 32 besar. Tim Samba melaju dengan status mentereng sebagai jawara Grup C usai melibas Skotlandia tiga gol tanpa balas.
Vinicius Junior tampil sebagai pahlawan kemenangan bagi armada strategi racikan Carlo Ancelotti lewat donasi sepasang gol berharga. Gol tersebut dilesakkan masing-masing pada menit ketujuh serta masa injury time 45+3.
Satu gol pelengkap kemenangan skuad Brasil disumbangkan oleh kontribusi positif dari Matheus Cunha saat laga memasuki menit ke-60. Gol tersebut semakin menegaskan dominasi mutlak sang juara dunia di atas lapangan.
Di tengah gegap gempita perayaan kemenangan tersebut, momen masuknya Neymar ke lapangan pada menit ke-76 menjadi magnet atensi utama. Seluruh pandangan mata penonton di stadion tertuju pada kembalinya sang mega bintang.
Walaupun tidak menyumbang gol ataupun umpan matang, kehadiran fisiknya di lapangan hijau memicu gemuruh sorak-sorai publik. Suporter setia Brasil tampak begitu antusias menyambut kembalinya pilar penting mereka.
Neymar juga tidak lupa menyampaikan untaian apresiasi mendalam kepada segenap elemen suporter yang konsisten mendampinginya. Dukungan tersebut dirasa sangat berharga melewati masa-masa kelam selama dibekap cedera panjang.
"Saya berterima kasih kepada seluruh penggemar Brasil yang mendukung saya, terutama keluarga dan teman-teman saya," ujar Neymar.
Berdasarkan sudut pandang Neymar, komposisi materi pemain Brasil saat ini memperlihatkan tren grafik performa yang positif. Kerangka tim dinilai kian solid serta berada di jalur yang tepat guna menggapai trofi emas.
"Ini kelompok pemain yang luar biasa. Kami berkembang di setiap pertandingan dan itu yang terpenting," kata Neymar.
"Kami memang masih sedikit jauh dari tujuan utama, tetapi pada saat yang sama kami semakin dekat. Kami harus mempersiapkan diri untuk melangkah sejauh mungkin."
Hasil sempurna atas Skotlandia semakin memperkokoh status superioritas Brasil sebagai salah satu poros kekuatan utama calon juara Dunia 2026. Kematangan strategi tim menjadi modal penting menatap fase berikutnya.
Pada agenda pertandingan selanjutnya di babak 32 besar, Selecao dijadwalkan bakal bersua dengan tim yang finis di urutan kedua Grup F. Laga krusial ini akan dihelat di Houston pada hari Senin (29/6).