KLH Kerahkan 30 Personel Manggala Agni demi Padamkan TPA Jatiwaringin

KLH Kerahkan 30 Personel Manggala Agni demi Padamkan TPA Jatiwaringin
Petugas dari pemadam kebakaran melakukan penyemprotan ke sejumlah titik api yang membakar area TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (2/7/2026).

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengerahkan sebanyak 30 personel Manggala Agni guna membantu mempercepat serta memperkuat proses pemadaman kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

"Kemarin setelah saya hubungi, Pak Menteri LH juga menghubungi Pak Menteri Kehutanan, akan menurunkan kurang lebih 30 orang pemadam dari Manggala Agni," kata Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Rizal Irawan di Tangerang, Jumat.

Ia menjelaskan, pengerahan tim Manggala Agni tersebut diputuskan guna mengoptimalkan penanganan area yang terbakar, mengingat musibah kebakaran ini telah berlangsung selama empat hari sejak Selasa (30/6).

Menurut penuturannya, keterlibatan personel Manggala Agni sangat diperlukan lantaran sifat kebakaran pada area pembuangan sampah berbeda dari peristiwa kebakaran biasa. Kobaran api tidak cuma berada pada sisi luar, melainkan ikut menyala di bagian dalam tumpukan sampah yang mencapai ketinggian 30 meter.

"Mereka akan membawa peralatan untuk inject, high pressure inject. Karena kita berupaya untuk memadamkan api yang berada di bawah permukaan," tuturnya.

Seluruh personel yang dikirim ke lokasi kejadian berasal dari unit Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) yang tersebar di wilayah Makassar, Palembang, hingga Jawa Barat.

Kendati demikian, rangkaian operasi pemadaman di lapangan tetap dilangsungkan melalui dua metode utama, yakni pergerakan jalur darat oleh tim pemadam kebakaran serta operasi udara memakai bantuan helikopter pengebom air (water bombing).

"Tapi kita tahu bahwa perlakuan ini akan kita samakan dengan perlakuan kebakaran di wilayah gambut, di mana kita tidak bisa fokus di atas saja tapi juga harus yang di bawah. Sehingga diperlukan peralatan yang dipunyai oleh Manggala Agni," kata dia.

Pada kesempatan terpisah, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan laporan bahwa sekitar 30 persen dari total luasan lahan yang terbakar di TPA Jatiwaringin kini kondisinya mulai berangsur padam serta terkendali.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan memaparkan, pada hari keempat jalannya operasi darurat di TPA Jatiwaringin, pihaknya terus mengoptimalkan kerja dari dua helikopter pengebom air demi mempercepat penuntasan titik api.

"Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan dari pagi, siang, dan malam," jelasnya.

Ia menambahkan, demi memaksimalkan penanggulangan bencana kebakaran tersebut, pihaknya turut menyiagakan serta mengoperasikan 18 unit armada mobil pemadam kebakaran untuk menyisir sisa-sisa titik api yang belum terjangkau oleh siraman helikopter udara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index