Naomi Watts Sebut Peluang Aktris Senior di Hollywood Kian Terbuka

Naomi Watts Sebut Peluang Aktris Senior di Hollywood Kian Terbuka
Naomi Watts Sebut Peluang Aktris Senior di Hollywood Kian Terbuka

BERITASELA.ID — Naomi Watts menerima Donostia Award di Festival Film San Sebastián dan menyoroti perubahan peluang bagi aktris berusia di atas 50 tahun. Ia menyebut jumlah perempuan di kategori utama Emmy pekan lalu sebagai tanda industri mulai bergeser. Watts juga hadir membawa film terbarunya, "The Housewife."

Aktris asal Inggris itu memanfaatkan momen tersebut untuk berbicara soal peluang kerja bagi perempuan berusia di atas 50 tahun di industri hiburan. Menurutnya, kondisi itu kini jauh lebih baik dibanding saat ia memulai karier.

Dari Peringatan Usia 40 ke Panggung San Sebastián

Watts mengingat kembali awal kariernya di Hollywood. Ia baru benar-benar mencuri perhatian lewat "Mulholland Drive" arahan David Lynch saat usianya 31 tahun.

"I was told at the beginning that I better get my skates on because it all finishes at the age of 40. And here we are today. I'm in my late 50s. Look at the Emmys last week [and] the number of women in strong categories over 50. That's heartening to see," ujarnya.

Ia menilai perempuan kini diposisikan sebagai konsumen film dan televisi. Karena itu, cerita mereka layak mendapat ruang lebih besar di layar.

"I do think things have changed. Women are consumers of film and TV, and their stories should be reflected. That narrative had to be shifted. And I am grateful to be a small part of that shift," tambahnya.

The Housewife dan Bayang-bayang Sejarah Kelam

Di San Sebastián, Watts membawa "The Housewife", debut penyutradaraan Ben Shirinian. Film itu tayang sebagai Donostia Award Screening.

Selain Watts, film ini dibintangi Tye Sheridan, Luke Evans, Michael Imperioli, dan Lena Olin. Latar ceritanya tahun 1964 dan diangkat dari kisah nyata.

Alur "The Housewife" mengikuti seorang jurnalis muda yang memburu dugaan perwira Nazi bersembunyi di New York. Ia lantas berteman dengan istri menawan sang tersangka.

Watts menyebut peran Hermine sebagai karakter paling rumit yang pernah ia mainkan. Ia mengaku sempat diliputi rasa takut saat menerima tawaran itu.

"It was like nothing I ever played before: this duality of this woman who had done horrific things, heinous crimes, and yet blending into society as a normal person," katanya.

Ia menyoroti sisi ganda tokoh tersebut, yang bisa tampil sebagai warga teladan sekaligus menyembunyikan rahasia kelam.

Seruan soal Konflik Global dan Representasi

Ditanya soal paralel antara kisah Perang Dunia II dan konflik yang berlangsung sekarang, Watts menyebut situasi dunia sedang mencemaskan.

"It's a very, very scary time what is going on in the world globally. We must be vigilant, we must pay attention, and not let that happen again," ujarnya.

Ia berharap film ini memicu dialog, bukan memberi jawaban instan. Menurutnya, cerita semacam ini penting untuk terus disampaikan, terutama di masa sekarang.

Watts juga menegaskan dukungannya bagi komunitas minoritas yang menurutnya tengah menghadapi tekanan. Ia menyebut dirinya bangga menjadi bagian dari komunitas LGBTQ.

"Minorities are being attacked right now, and it's frightful and unacceptable. My heart is with these communities, particularly my family. I'll do whatever I can to stick up for minorities," ucapnya.

Soal pengalamannya sebagai imigran di Amerika Serikat, Watts mengaku pindah ke sana dengan segudang harapan. Ia menyebut semua impian itu sudah terlampaui.

Ia kini memiliki anak-anak berkewarganegaraan Amerika dan mengaku tetap mencintai negara itu. Meski situasi politiknya rumit, ia percaya keadaan akan membaik seiring waktu.

Kenangan bersama David Lynch

Watts juga menyinggung perbandingan antara perannya di "Mulholland Drive" dan "The Housewife". Keduanya sama-sama mengeksplorasi sisi psikologis dan dualitas karakter.

Meski tak menikmati memerankan Hermine, ia menyimpan kenangan indah saat syuting bersama Lynch, yang meninggal awal tahun lalu.

"'Mulholland Drive' was nothing but fun. It was coming at a time in my life when I didn't have any breaks after years of struggle, so every day on set was just a wonder," kenangnya.

Ia menyebut kerja sama dengan Lynch sebagai titik balik besar. Sebelumnya, ia berjuang sekitar 10 tahun hanya untuk mendapat peran layar lebar.

Watts mengaku sering ditolak dan sempat kehilangan energi saat mengikuti audisi. Menurutnya, Lynch mampu melihat potensi di balik topeng yang ia bangun.

"It took someone like David Lynch to see through the veneers I had created. We had a beautiful conversation, and he gave me the role of a lifetime," tuturnya.

Perjalanan Watts dari aktris yang hampir menyerah di usia 40 hingga meraih penghargaan bergengsi di San Sebastián menjadi potret pergeseran industri yang ia yakini sedang berlangsung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index