ISPU Palembang Tembus 425, Kabut Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang

ISPU Palembang Tembus 425, Kabut Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang

BERITASELA.ID — Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palembang melonjak ke angka 425 pada Kamis (17/9/2026) pagi, masuk kategori berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Jarak pandang pengendara di sejumlah ruas jalan kota itu turun hingga sekitar 2 kilometer. Pemerintah daerah meminta warga ikut mencegah karhutla sembari menunggu hujan yang diprediksi baru turun awal November.

Kualitas udara Palembang memburuk tajam pada Kamis (17/9/2026) pagi. Pemantauan pukul 07.00 WIB mencatat indeks kualitas udara (AQI+) dan polusi PM2.5 di angka 346, sudah masuk kategori berbahaya.

Satu jam berselang, level ISPU justru naik menjadi 425. Angka itu menempatkan Palembang di antara wilayah dengan udara terburuk di Indonesia saat ini.

Kabut Tebal, Jarak Pandang Anjlok

Pantauan di sejumlah ruas jalan Palembang menunjukkan kabut asap terlihat tebal. Jarak pandang pengendara menyusut hingga sekitar 2 kilometer.

Kondisi ini berkaitan langsung dengan karhutla yang meluas di Sumatra Selatan. Data BPBD Sumsel per Rabu (16/9/2026) mencatat 2.545 titik hotspot di kabupaten/kota se-Sumsel.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyumbang titik terbanyak, yakni 548 titik. Palembang sendiri tercatat 9 titik.

3.037 Kejadian Karhutla Sejak Januari

Sepanjang Januari hingga 15 September 2026, karhutla di Sumsel mencapai 3.037 kejadian. Luas lahan terbakar yang terindikasi mencapai 1.926 hektare.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan penanganan karhutla yang terus bertambah butuh partisipasi masyarakat. Warga, kata dia, bisa mencegah aktivitas kecil yang berpotensi memicu kebakaran.

Faktor angin turut mempercepat penyebaran asap ke wilayah lain. "Namun tentu peran masyarakat sangat penting, sambil kita menunggu hujan yang dilaporkan BMKG kemarin, baru awal November," ujarnya, dikutip Kamis (17/9/2026).

Herman menegaskan warga tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pihak lain. "Jadi tidak bisa juga bergantung kepada orang lain, paling tidak kita menjaga lingkungan kita," katanya.

Hujan Baru Diprediksi Awal November

BMKG memperkirakan hujan baru turun pada awal November. Artinya, potensi kabut asap masih membayangi Palembang dan wilayah Sumsel lain selama beberapa pekan ke depan.

Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruang selama ISPU berada di kategori berbahaya. Kelompok rentan seperti anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan paling berisiko terdampak.

Pemerintah daerah belum merinci langkah lanjutan seperti rekayasa cuaca atau penambahan posko kesehatan. Penanganan karhutla masih mengandalkan koordinasi BPBD, instansi terkait, dan partisipasi warga di tingkat lingkungan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index