Prabowo: URI Bakal Bawahi LAN hingga Akademi Gubernur dan Bupati

Prabowo: URI Bakal Bawahi LAN hingga Akademi Gubernur dan Bupati

BERITASELA.ID — Presiden Prabowo Subianto memastikan Universitas Republik Indonesia (URI) akan menaungi sejumlah lembaga pengembangan kepemimpinan dan administrasi pemerintahan, termasuk Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang akan diperbarui. Rencana itu mencakup pembentukan akademi khusus bagi calon gubernur, bupati, hingga direktur jenderal sebelum mereka menduduki jabatan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip dari siaran pers, Kamis (17/9/2026).

"URI ini nanti akan punya lembaga-lembaga, antara lain LAN. Lembaga Administrasi Negara ini mau kita revamp di bawah URI," kata Prabowo.

Alasan di Balik Pembentukan URI

Prabowo menjelaskan URI dibangun karena adanya persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ketidaksinkronan kerja di berbagai institusi pemerintahan. URI disiapkan menjadi tempat menyiapkan calon pemimpin dan administrator negara berdasarkan kemampuan serta sistem merit.

Pembentukan URI, pembaruan LAN, dan rencana akademi bagi pejabat pemerintahan disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem dan menyiapkan SDM yang profesional.

"Kita harus memperbaiki semua institusi kita. Kalau ada ketidaksinkronan antara lembaga dan ada gap yang Anda katakan, ya itu tantangan kita. Itu harus kita perbaiki," ujarnya.

LAN Dinilai Kini Hanya Jadi Formalitas Karier

Prabowo menuturkan tujuan awal pembentukan LAN sudah sangat baik, yakni menyiapkan administrator negara yang kompeten. Namun, dalam perkembangannya, lembaga tersebut dinilai cenderung menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan formal dalam perjalanan karier birokrasi.

"Dulu Bung Karno (Presiden pertama RI Soekarno) juga sudah mau mengacu ke situ, jadi dibentuklah LAN. Tapi lama-lama LAN pun juga jadi formalitas. Itu hanya untuk karier. Nah, ini saya mau perbaiki dan ini sudah kita lakukan," jelas Prabowo.

Perbaikan tidak cukup hanya lewat perubahan struktur, tetapi juga harus menyentuh kualitas orang-orang yang bekerja di dalam institusi.

"Langkah apa untuk memperbaiki rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan, itu yang kita lakukan. Makanya, antara lain saya bentuk Universitas Republik Indonesia," tutur Prabowo.

Akademi Gubernur hingga Akademi Dirjen Disiapkan

Pengembangan URI juga dirancang mencakup pendidikan khusus bagi calon pemimpin pemerintahan. Prabowo mempertimbangkan pembentukan akademi untuk gubernur, bupati, hingga direktur jenderal.

Setiap pejabat yang akan menduduki posisi strategis perlu dibekali kemampuan kepemimpinan, administrasi, dan pemahaman terhadap tanggung jawabnya sebelum menjalankan jabatan.

"Akademi Gubernur, Akademi Bupati, dan sebagainya mungkin di bawah URI juga. Dan juga mungkin Akademi Dirjen. Sebelum dia masuk jabatan harus digembleng," ujar dia.

Peringatan soal Birokrat yang Tak Tersentuh

Prabowo menginginkan proses pengisian jabatan di pemerintahan semakin berorientasi pada kemampuan, integritas, dan kesiapan. Seluruh aparat negara diminta bekerja sesuai aturan dan arah kebijakan pemerintah.

"Kita harus berani, dalam arti jangan ada birokrat yang untouchable. Kemarin-kemarin ada, entah dia sinkron sama menteri, penguasa, dan sebagainya, ada dirjen yang tidak bisa disentuh," tegas Prabowo.

Pemerintah ingin memastikan institusi negara diisi oleh pejabat yang kompeten, dapat dievaluasi, dan mampu bekerja selaras untuk kepentingan masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index