BERITASELA.ID — Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak mencapai Rp435,1 triliun hingga 31 Agustus 2026, melonjak 41,7 persen dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp307 triliun. Capaian itu setara 94,8 persen dari target APBN 2026 senilai Rp459,2 triliun. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut surplus Bank Indonesia menjadi salah satu pendorong utama lonjakan tersebut.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengumumkan capaian PNBP dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2026 di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat. Menurutnya, penerimaan negara bukan pajak telah terkumpul jauh melampaui laju tahun sebelumnya.
"PNBP saat ini tumbuh 41,7 persen. Saat ini telah dikumpulkan, totalnya adalah Rp435,1 triliun," ujar Suahasil.
Sumber Daya Alam Jadi Penopang Terbesar
Komponen pendapatan dari sumber daya alam menyumbang Rp194,6 triliun, atau hampir 70 persen dari target. Angka itu terdiri atas SDA migas Rp80,1 triliun dan SDA nonmigas Rp114,4 triliun hingga 31 Agustus 2026.
Realisasi SDA migas baru mencapai 58 persen dari outlook, meski berpotensi tumbuh seiring kenaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP). Sementara SDA nonmigas sudah mencapai 81 persen dari outlook.
"Komponen pendapatan sumber daya alam Rp194,6 triliun dan ini sudah hampir 70 persen dari target," kata Suahasil.
Surplus BI Dorong Pendapatan KND Melampaui Target
Pendapatan dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan tercatat Rp58 triliun, atau 3.221,7 persen terhadap target APBN yang hanya Rp1,8 triliun. Lonjakan ini terjadi karena dividen BUMN kini dikelola langsung oleh Danantara, sehingga tidak lagi masuk ke kas APBN.
Suahasil menjelaskan, surplus Bank Indonesia yang terungkap dari proses audit buku 2025 disetorkan ke kas negara sesuai peraturan berlaku. Dana itu kemudian dialokasikan untuk melunasi surat utang negara yang diterbitkan saat krisis 1997–1998.
"Sekarang, surat utang yang dalam rangka penanganan krisis 97–98 kemarin tuntas kami selesaikan pada bulan Agustus. Ini juga adalah suatu prestasi kita," ucapnya.
Komposisi PNBP dan Proyeksi ke Depan
Secara keseluruhan, PNBP terdiri atas empat komponen: pendapatan SDA migas dan nonmigas, pendapatan KND, pendapatan PNBP lainnya, serta pendapatan Badan Layanan Umum. Hingga akhir Agustus, realisasi telah menyerap hampir seluruh target tahun ini.
Kementerian Keuangan menilai kenaikan ICP masih membuka ruang tambahan penerimaan dari sektor migas. Namun, realisasi yang baru 58 persen dari outlook menunjukkan masih ada gap yang perlu dikejar hingga akhir tahun.
Dengan sisa waktu sekitar empat bulan, pemerintah menghadapi tantangan menjaga momentum pertumbuhan PNBP. Pelunasan surat utang krisis 97–98 disebut menjadi salah satu capaian fiskal penting pada Agustus 2026.