BERITASELA.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah pantai timur dan lereng barat Sumatera Utara. Peringatan berlaku pada Sabtu (19/9), dengan risiko bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor. Prakirawan BBMKG Wilayah I Budi Prasetyo menyampaikan peringatan itu di Medan.
Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi pantai timur dan lereng barat Sumatera Utara. Kondisi itu berpotensi memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor.
Pola Cuaca Pagi hingga Malam
Pada pagi hari, hujan ringan berpotensi turun di Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Nias Selatan, Sibolga, Padang Lawas, dan sekitarnya. Memasuki siang hingga sore, hujan ringan hingga sedang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Sumut.
Intensitas hujan meningkat pada malam hari. Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Langkat, Medan, Deli Serdang, Binjai, Simalungun, Serdang Bedagai, dan sekitarnya.
Suhu udara rata-rata diperkirakan berkisar 17 hingga 33 derajat Celcius. Kelembaban udara mencapai 60 hingga 100 persen, dengan angin berhembus dari tenggara hingga barat pada kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam.
Peringatan Bencana Hidrometeorologis
Budi mengingatkan warga di kawasan rawan untuk meningkatkan kewaspadaan. "Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di pantai timur, lereng barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor," katanya.
Wilayah pantai timur Sumut selama ini menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi. Lereng barat memiliki risiko longsor karena kontur tanahnya yang berbukit.
Tidak Ada Titik Panas dan Asap
Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho menyampaikan hasil pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada 18 September 2026 pukul 13.00 WIB. Tidak terdeteksi asap di wilayah Sumatera Utara.
Titik panas pada 18 September 2026 dari pukul 00.00 hingga 13.00 WIB juga terpantau tidak ada. Pemantauan kualitas udara di Sumatera Utara berada pada kategori baik hingga sedang.
Meski tidak ada indikasi karhutla, warga diminta tetap memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG. Perubahan pola angin dan kelembaban dapat mengubah kondisi atmosfer dengan cepat.